jump to navigation

Dokter yang Tidak Dipercayai Rakyat September 8, 2008

Posted by teknosehat in Bioetik & Biohukum, HUKUM KESEHATAN, Tenaga Kesehatan.
add a comment

Dokter yang Tidak Dipercayai Rakyat
Billy N. <billy@suterafoundation.org>

Beberapa hari lalu, Wakil Presiden RI mengatakan bahwa pemerintah berniat mengembalikan kejayaan dokter di Indonesia dengan meningkatkan jumlah & kemampuan spesialisasi. Selain itu, Wapres juga menyatakan bahwa hal ini dilakukan agar tumbuh kepercayaan kepada dokter di Indonesia & rumah sakitnya (Kompas, 26 Agustus 2008). Suatu niat yang baik dari pemerintah yang patut diapresiasi.
Dari pernyataan Wapres RI tersebut muncul beberapa pertanyaan: Apa para dokter di Indonesia tidak dipercaya oleh masyarakat? Apa kemampuan, pengetahuan, & pelayanan dokter di Indonesia kurang jika dibandingkan dengan dokter luar negeri? Apa teknologi kedokteran di Indonesia kurang mutakhir?
Masalah sebenarnya bukan pada kemampuan atau pengetahuan dari para dokter di Indonesia, yang sebenarnya justru memiliki keterampilan yang sangat baik karena memiliki jumlah & variasi pasien yang jauh lebih baik dibandingkan sejawatnya di luar negeri. Pengetahuan pun sangat mudah diperoleh dengan membaca buku terbaru atau jurnal terkini yang banyak tersedia di internet. Juga bukan karena peralatan atau teknologi kedokteran di Indonesia kalah mutakhir, karena sekarang muncul banyak rumah sakit berstandar internasional di negeri ini dengan peralatan tercanggih yang setara dengan rumah sakit di luar negeri.
Mereka yang memilih berobat ke luar negeri bukan karena di daerah mereka berkekurangan dokter spesialis atau rumah sakit, namun mereka menginginkan dilayani dengan baik & memiliki komunikasi yang baik dengan para dokter yang menanganinya. (lebih…)

Dicari: ‘Dokter Independen’ Agustus 3, 2008

Posted by teknosehat in Bioetik & Biohukum, HUKUM KESEHATAN, Tenaga Kesehatan.
add a comment

Dicari: ‘Dokter Independen’
Billy N. <billy@suterafoundation.org>

Tuntutan untuk suatu ‘tim dokter independen’ selalu mengemuka dari masyarakat setiap kali muncul masalah yang berkaitan dengan keadaan kesehatan tersangka, terdakwa, terpidana, atau korban dalam suatu kasus hukum atau politik. Tuntutan ini terutama muncul pada era reformasi, yang diawali dengan tuntutan suatu ‘tim dokter independen’ untuk memeriksa keadaan kesehatan almarhum Pak Harto yang waktu itu yang menjadi tersangka kasus korupsi.
Seiring waktu, tuntutan tersebut semakin sering muncul ketika masyarakat melihat kejanggalan keadaan kesehatan para tersangka kasus korupsi yang mangkir untuk dilakukan pemeriksaan oleh para penegak hukum dengan alasan sakit & mendapat surat sakit dari dokter. Beberapa kali pula alasan sakit dapat digunakan para penghuni rutan/lapas untuk mencoba melarikan diri atau ‘rehat’ dari hukuman dengan alasan berobat, bahkan sampai ke luar negeri.
Yang terakhir, tuntutan adanya ‘tim dokter independen’ dilontarkan saat almarhum Maftuh, mahasiswa Universitas Nasional Jakarta yang menjadi korban cedera dalam demonstrasi penolakan kenaikan BBM & akhirnya meninggal dunia. Tim dokter yang menanganinya memberikan keterangan bahwa kematiannya dicurigai akibat oleh infeksi HIV.
Wacana tuntutan ‘tim dokter independen’ adalah suatu hal yang menarik, karena sejatinya dokter sebagai profesi memiliki sifat independen. Hal ini tercantum baik di kode etik maupun peraturan perundangan yang mengikat & mengatur profesi dokter. (lebih…)