jump to navigation

Rekam Medis ‘Tokoh Publik’: Rahasia Atau Milik Publik? Januari 31, 2008

Posted by teknosehat in Bioetik & Biohukum, HUKUM KESEHATAN, Rekam Medik.
trackback

Rekam Medis ‘Tokoh Publik’: Rahasia Atau Milik Publik?
Billy N. <billy@hukum-kesehatan.web.id>

Kita semua beberapa waktu lalu, selama hampir 1 bulan, telah ‘dicekoki’ media massa mengenai keadaan kesehatan almarhum Pak Harto, mantan presiden RI kedua. Pada saat almarhum Pak Harto dirawat di RSPP, setiap hari, ketua tim dokter kepresidenan RI menggelar jumpa pers untuk menjelaskan perkembangan terbaru mengenai perkembangan kesehatan almarhum Pak Harto.
Secara universal, rekam medik termasuk ‘rahasia kedokteran’ (azas konfidensialitas pasien), sehingga tidak boleh diketahui isinya oleh siapapun di luar pasien & dokter yang menanganinya. Namun, mari kita lihat praktiknya dalam hal penanganan kesehatan almarhum Pak Harto.
Menurut keterangan Prof.Djoko Rahardjo yang dimuat di Kompas (28/01/08, halaman 10), tim dokter mendapatkan izin tertulis dari keluarga almarhum Pak Harto untuk memberi keterangan pers yang tentunya menggunakan data dari isi rekam medik.
Sedangkan menurut dr.Kartono Mohamad, mantan ketua umum PB IDI yang opininya dimuat di Kompas (29/01/08, halaman 7), ada pengecualian terhadap kewajiban dokter terhadap azas konfidensialitas pasien, yaitu: jika diminta oleh UU/pengadilan, penyakit menular, atas persetujuan pasien/keluarga, atau pasien adalah tokoh publik/masyarakat.
Rekam medik adalah berkas yang wajib dijaga kerahasiaannya, sedangkan isi rekam medik adalah milik pasien, keluarga sama sekali tidak berhak memberikan persetujuan pada tim dokter untuk memberikan keterangan pers mengenai kondisi kesehatan almarhum Pak Harto, walaupun (waktu itu) almarhum Pak Harto sedang tidak dalam keadaan sadar.
Kalaupun isi rekam medik hendak disampaikan pada pihak lain, hal tersebut harus mendapatkan izin tertulis dari pasien, bukan dari keluarganya.
Kalangan ahli hukum kesehatan memiliki opini bahwa isi rekam medik ikut ‘mati’ ketika pasien meninggal dunia, keluarga atau dokter tidak memiliki hak untuk menggunakannya, termasuk untuk mempublikasikannya karena rekam medik bukanlah termasuk ‘sesuatu’ yang dapat diwariskan pada ahli waris.
Pemanfaatan isi rekam medik pun telah diatur oleh Permenkes 269/2008, tetapi penggunaan rekam medik untuk konsumsi publik melalui pers tidak termasuk dalam salah satu pemanfaatannya.
Dalam permenkes tersebut juga sama sekali tidak disinggung mengenai ‘pejabat negara’ atau ‘tokoh masyarakat’, karena kita semua tahu bahwa semua orang, termasuk itu almarhum Pak Harto, adalah sama kedudukannya di hadapan hukum.
Hal serupa juga telah diatur oleh peraturan perundangan yang lebih tinggi dari permenkes, yaitu di UU no.29/2004 tentang praktik kedokteran. Di pasal 47, disebutkan bahwa isi rekam medik merupakan milik pasien & harus disimpan/dijaga kerahasiaannya oleh dokter & pimpinan sarana pelayanan kesehatan.
Sehingga, publikasi rekam medik almarhum Pak Harto tanpa persetujuan tertulis dari pasien (dalam hal ini adalah almarhum Pak Harto) adalah suatu pelanggaran hukum secara administratif (menurut UU no.29/2004 & Permenkes 269/2008), pidana dengan ancaman penjara (KUHP pasal 322), & etika profesi dokter (sumpah/janji dokter poin ke-5).
Semoga, dokter lebih peduli pada etika & hukum yang mengatur profesinya, sehingga tidak terjadi lagi pelanggaran terhadap etika & hukum di masa depan yang merugikan profesi dokter sendiri maupun masyarakat. Selain itu, diharapkan para jurnalis untuk dapat menghormati hukum maupun privasi seseorang, sehingga kejadian pelanggaran hukum & etika seperti ini tidak mendapat tempat di media massa di masa depan.
(c) Hukum-Kesehatan.web.id

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: