jump to navigation

Hasil Pemeriksaan Kesehatan Calon Pegawai: Milik Siapa? Januari 31, 2008

Posted by teknosehat in HUKUM KESEHATAN, Pelayanan Kesehatan, Rekam Medik.
add a comment

Hasil Pemeriksaan Kesehatan Calon Pegawai: Milik Siapa?
Billy N. <billy@Hukum-Kesehatan.web.id>

Sebagai seorang dokter, penulis sering menerima orang-orang yang berkonsultasi mengenai keadaan kesehatannya karena mereka dinyatakan tidak lolos pemeriksaan kesehatan sebagai pegawai, baik di instansi pemerintahan, militer, BUMN, maupun perusahaan swasta. Secara sepintas, sebagian besar dari mereka terlihat sangat sehat, sehingga penulis ragu apakah mereka betul-betul tidak dapat lolos pemeriksaan kesehatan?
Ketika ditanyakan mengenai salinan hasil pemeriksaan kesehatan yang telah mereka lalui, ternyata semuanya menyatakan bahwa mereka tidak pernah diberikan salinan hasil pemeriksaan kesehatan, entah itu berupa hasil pemeriksaan laboratorium & radiologi, pemeriksaan dokter, bahkan secara lisan pun mereka tidak diberitahukan apa yang menjadi ‘ganjalan’ (mungkin hasil laboratorium/radiologi yang tidak normal atau ada suatu penyakit) sehingga mereka dinyatakan ‘tidak layak bekerja’.
Penulis coba meminta orang-orang tersebut untuk meminta salinan hasil pemeriksaan tersebut ke dokter/RS/klinik/laboratorium tempat mereka diperiksa atau ke bagian SDM/kepegawaian dari perusahaan/instansi yang meminta pemeriksaan kesehatan, namun dengan alasan ‘rahasia’ atau ‘hasil milik perusahaan’, tidak satu pun dari mereka mendapatkan hasil pemeriksaannya. (lebih…)

Rekam Medis ‘Tokoh Publik’: Rahasia Atau Milik Publik? Januari 31, 2008

Posted by teknosehat in Bioetik & Biohukum, HUKUM KESEHATAN, Rekam Medik.
add a comment

Rekam Medis ‘Tokoh Publik’: Rahasia Atau Milik Publik?
Billy N. <billy@hukum-kesehatan.web.id>

Kita semua beberapa waktu lalu, selama hampir 1 bulan, telah ‘dicekoki’ media massa mengenai keadaan kesehatan almarhum Pak Harto, mantan presiden RI kedua. Pada saat almarhum Pak Harto dirawat di RSPP, setiap hari, ketua tim dokter kepresidenan RI menggelar jumpa pers untuk menjelaskan perkembangan terbaru mengenai perkembangan kesehatan almarhum Pak Harto.
Secara universal, rekam medik termasuk ‘rahasia kedokteran’ (azas konfidensialitas pasien), sehingga tidak boleh diketahui isinya oleh siapapun di luar pasien & dokter yang menanganinya. Namun, mari kita lihat praktiknya dalam hal penanganan kesehatan almarhum Pak Harto.
Menurut keterangan Prof.Djoko Rahardjo yang dimuat di Kompas (28/01/08, halaman 10), tim dokter mendapatkan izin tertulis dari keluarga almarhum Pak Harto untuk memberi keterangan pers yang tentunya menggunakan data dari isi rekam medik.
Sedangkan menurut dr.Kartono Mohamad, mantan ketua umum PB IDI yang opininya dimuat di Kompas (29/01/08, halaman 7), ada pengecualian terhadap kewajiban dokter terhadap azas konfidensialitas pasien, yaitu: jika diminta oleh UU/pengadilan, penyakit menular, atas persetujuan pasien/keluarga, atau pasien adalah tokoh publik/masyarakat.
Rekam medik adalah berkas yang wajib dijaga kerahasiaannya, sedangkan isi rekam medik adalah milik pasien, keluarga sama sekali tidak berhak memberikan persetujuan pada tim dokter untuk memberikan keterangan pers mengenai kondisi kesehatan almarhum Pak Harto, walaupun (waktu itu) almarhum Pak Harto sedang tidak dalam keadaan sadar.
Kalaupun isi rekam medik hendak disampaikan pada pihak lain, hal tersebut harus mendapatkan izin tertulis dari pasien, bukan dari keluarganya. (lebih…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.