jump to navigation

Hasil Pemeriksaan Kesehatan Calon Pegawai: Milik Siapa? Januari 31, 2008

Posted by teknosehat in HUKUM KESEHATAN, Pelayanan Kesehatan, Rekam Medik.
trackback

Hasil Pemeriksaan Kesehatan Calon Pegawai: Milik Siapa?
Billy N. <billy@Hukum-Kesehatan.web.id>

Sebagai seorang dokter, penulis sering menerima orang-orang yang berkonsultasi mengenai keadaan kesehatannya karena mereka dinyatakan tidak lolos pemeriksaan kesehatan sebagai pegawai, baik di instansi pemerintahan, militer, BUMN, maupun perusahaan swasta. Secara sepintas, sebagian besar dari mereka terlihat sangat sehat, sehingga penulis ragu apakah mereka betul-betul tidak dapat lolos pemeriksaan kesehatan?
Ketika ditanyakan mengenai salinan hasil pemeriksaan kesehatan yang telah mereka lalui, ternyata semuanya menyatakan bahwa mereka tidak pernah diberikan salinan hasil pemeriksaan kesehatan, entah itu berupa hasil pemeriksaan laboratorium & radiologi, pemeriksaan dokter, bahkan secara lisan pun mereka tidak diberitahukan apa yang menjadi ‘ganjalan’ (mungkin hasil laboratorium/radiologi yang tidak normal atau ada suatu penyakit) sehingga mereka dinyatakan ‘tidak layak bekerja’.
Penulis coba meminta orang-orang tersebut untuk meminta salinan hasil pemeriksaan tersebut ke dokter/RS/klinik/laboratorium tempat mereka diperiksa atau ke bagian SDM/kepegawaian dari perusahaan/instansi yang meminta pemeriksaan kesehatan, namun dengan alasan ‘rahasia’ atau ‘hasil milik perusahaan’, tidak satu pun dari mereka mendapatkan hasil pemeriksaannya.
Terlepas dari kebijakan perusahaan/instansi yang memang memiliki otonomi untuk memilih siapa saja yang dapat bekerja di tempat mereka, namun, hal ini menimbulkan pertanyaan: milik siapa hasil pemeriksaan kesehatan calon pegawai? Apakah milik perusahaan/instansi yang membayar biaya pemeriksaan? Atau milik calon pegawai tersebut?
Hasil pemeriksaan kesehatan adalah tergolong sebagai rekam medis. Secara hukum, baik menurut UU no.29/2004 (tentang praktik kedokteran) ataupun Permenkes 269/2008 (tentang rekam medik), isi rekam medis adalah milik pasien, dalam hal ini adalah calon pegawai. Sehingga, sering terjadi pelanggaran hukum, baik oleh pihak perusahaan/instansi maupun pihak pemeriksa kesehatan (dokter/RS/klinik/laboratorium) terhadap para calon pegawai.
Alasan bahwa perusahaan/instansi yang membayar biaya pemeriksaan kesehatan tersebut sehingga berhak atas hasil pemeriksaan (isi rekam medis) adalah alasan yang tidak tepat, karena pembayaran adalah hal administratif. Selain itu, hasil pemeriksaan kesehatan juga bukan suatu barang/jasa yang dapat diperjualbelikan. Dapat dikatakan bahwa siapapun yang membayar biaya pemeriksaan, hasil pemeriksaan kesehatan tetap milik pasien (calon pegawai).
Hasil pemeriksaan kesehatan pun tidak boleh dirahasiakan dari calon pegawai, karena yang diperiksa adalah fisik & mental calon pegawai. Sampel pemeriksaan laboratorium/radiologi pun diambil/bersumber dari tubuh calon pegawai. Sehingga, calon pegawai sebagai pemilik obyek yang diperiksa, berhak untuk mengetahui hasil pemeriksaannya.
Permenkes 269/2008 juga telah mengatur bahwa isi rekam medis hanya dapat dipaparkan ke pihak lain oleh dokter yang merawat pasien (calon pegawai) dengan izin tertulis dari pasien (calon pegawai). Sehingga, jika pihak perusahaan/instansi hendak meminta hasil pemeriksaan dari para calon pegawai, harus ada surat izin tertulis dari pemiliknya, yaitu para calon pegawai.
Dapat disimpulkan bahwa hasil pemeriksaan calon pegawai adalah milik calon pegawai tersebut, terlepas dari siapapun yang membayar biaya pemeriksaannya. Perusahaan/instansi harus mendapat izin tertulis dari calon pegawai tersebut untuk memperoleh hasil pemeriksaan kesehatan.
Jika praktik ‘merahasiakan’ hasil pemeriksaan kesehatan terhadap calon pegawai masih terus berlangsung, maka yang terjadi di dunia ketenagakerjaan Indonesia adalah ‘perbudakan zaman modern’, karena hanya pemilik usaha yang boleh tahu hasil pemeriksaan kesehatan ‘budak-budaknya’, sedangkan ‘budak’ tidak boleh tahu apa-apa, termasuk soal keadaan kesehatan diri mereka masing-masing.
Dengan diberikannya hasil pemeriksaan kesehatan pada calon pegawai, jika mereka memang betul tidak layak untuk bekerja karena ada suatu penyakit, mereka tentunya dapat berobat sehingga mereka dapat kembali sehat & layak untuk bekerja. Perusahaan/instansi pun tidak dapat ‘bersembunyi’ di balik hasil pemeriksaan kesehatan yang dirahasiakan, dengan menyatakan ‘tidak lolos pemeriksaan kesehatan’ setiap kali tidak meloloskan para calon pegawai.
Berikut saran-saran yang dapat penulis berikan untuk pihak-pihak yang terkait dengan pemeriksaan kesehatan calon pegawai:
* Untuk perusahaan/instansi (terutama bagian SDM/kepegawaian): Hasil pemeriksaan kesehatan calon pegawai adalah milik calon pegawai, sehingga mintalah izin tertulis dari calon pegawai untuk mendapatkan hasil pemeriksaan kesehatan tersebut.
* Untuk calon pegawai: Selalu meminta salinan lengkap hasil pemeriksaan kesehatan karena itu adalah hak dari calon pegawai.
* Untuk dokter/klinik/RS/laboratorium: Pastikan perusahaan/instansi melampirkan izin tertulis dari calon pegawai untuk memperoleh hasil pemeriksaan kesehatan calon pegawai. Memberikan hasil pemeriksaan kesehatan calon pegawai pada perusahaan/instansi tanpa izin tertulis dari calon pegawai adalah pelanggaran administratif (menurut UU no.29/2004 & Permenkes 269/2008) & pidana (pasal 322 KUHP, dengan ancaman penjara). Salinan lengkap dari hasil pemeriksaan calon pegawai juga harus diberikan pada calon pegawai karena itu merupakan hak calon pegawai.
Semoga, tulisan ini dapat memberikan wawasan baru bagi dunia kesehatan kerja di Indonesia.
(c) Hukum-Kesehatan.web.id

About these ads

Komentar»

No comments yet — be the first.

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: